SULAWESI SELATAN — Lonjakan produksi ini tak lepas dari keberhasilan operasi heap leach di Tambang Emas Pani yang mulai berjalan optimal. Kapasitas awalnya bahkan lebih tinggi dari rencana semula, yakni 8 juta ton bijih per tahun dibandingkan target awal 7 juta ton. Dengan harga jual rata-rata emas yang tercatat kuat di level AS$4.382 per ons, kinerja keuangan perseroan pada periode ini ikut terdongkrak.
Momen kuartal II 2026 menjadi penanda penting bagi EMAS. Pada 26 Juni 2026, perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX). Langkah ini disebut Presiden Direktur EMAS, Boyke P Abidin, sebagai upaya memperluas akses ke investor internasional sekaligus memperkuat platform pendanaan untuk fase pertumbuhan Pani berikutnya.
“EMAS mencatat kuartal yang penting seiring Pani terus meningkatkan volume produksinya. Pencatatan sekunder EMAS di HKEX juga memperluas akses Perseroan terhadap investor internasional,” ujar Boyke dalam keterangan resminya, Selasa (9/8).
Meski produksi kuartal II masih dalam tahap ramp-up, manajemen optimistis terhadap target tahunan. EMAS mempertahankan panduan produksi emas 2026 sebesar 100.000 hingga 115.000 ons. Lonjakan produksi diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan laju penambangan dan stacking bijih.
“Dengan profil produksi yang lebih berbobot pada paruh kedua tahun ini, realisasi penjualan akan bergantung pada waktu pengiriman doré, proses pemurnian, serta jadwal penyelesaian transaksi dengan pelanggan,” imbuhnya.
Perseroan juga tengah mengkaji potensi peningkatan kapasitas heap leach menjadi 10 juta ton per tahun setelah 2026. Selain itu, pengembangan pabrik Carbon-in-Leach (CIL) terus dikebut dengan konfigurasi ulang kapasitas produksi menjadi 12 juta ton per tahun pada 2028, naik dari desain awal 7,5 juta ton.
Progres konstruksi CIL berjalan sesuai rencana. Pada kuartal II, konstruksi pad untuk tangki CIL dan pre-leach thickener telah diselesaikan. Area milling pad ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026, sementara keseluruhan CIL pad direncanakan selesai pada akhir Desember 2026. Tender konstruksi pabrik CIL sendiri telah dirampungkan pada Juli, dengan mobilisasi kontraktor dijadwalkan mulai kuartal III 2026.
Dari sisi eksplorasi, prospek pertumbuhan jangka panjang Pani kian kuat. Pada 8 Juni 2026, EMAS mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton bijih dengan kadar 0,33 gram per ton emas, mengandung sekitar 445.000 ons emas. Tambahan ini mengerek total inventaris sumber daya mineral Pani menjadi 333,5 juta ton dengan kandungan sekitar 7,4 juta ons emas.
Dengan fundamental produksi yang membaik dan sumber daya yang terus bertambah, EMAS berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain emas utama di Indonesia. Kombinasi antara ekspansi kapasitas, dukungan investor global, dan potensi cadangan yang besar menempatkan perseroan pada posisi strategis untuk menuai hasil di tengah harga emas yang tinggi.