Ketua MPR: Program Makan Bergizi Gratis Kunci Wujudkan Generasi Emas 2045, Tata Kelola Jadi Penentu

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:32:31 WIB
Ketua MPR menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi mendasar untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

SULAWESI SELATAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa dipandang sekadar pembagian makanan massal. Ketua MPR menegaskan inisiatif ini adalah bagian dari strategi besar pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas, yang hasilnya akan menentukan daya saing bangsa pada 2045.

"Generasi Emas 2045 dimulai dari isi piring," ujar Ketua MPR dalam pernyataannya yang dikutip dalam bahan pemberitaan, kemarin.

Investasi Gizi untuk Daya Saing Bangsa

Menurut Ketua MPR, pemenuhan gizi yang konsisten kepada anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya adalah bentuk investasi paling mendasar. Tubuh yang sehat dan kecukupan nutrisi sejak dini menjadi prasyarat lahirnya generasi yang cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Tanpa intervensi gizi yang serius, bonus demografi yang diproyeksikan akan dinikmati Indonesia dalam dua dekade mendatang justru berisiko menjadi beban pembangunan. Angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah nasional adalah salah satu indikator yang harus ditekan melalui program ini.

Peringatan Soal Akuntabilitas dan Ketepatan Sasaran

Di tengah optimisme terhadap dampak jangka panjang program, Ketua MPR mengingatkan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada eksekusi di lapangan. Ia meminta agar pelaksanaan dilakukan dengan tata kelola yang baik dan ketat.

"Program ini harus dikawal agar tepat sasaran. Jangan sampai ada anak yang membutuhkan justru tidak terjangkau, sementara yang tidak membutuhkan malah menerima," tegasnya.

Prinsip akuntabilitas menjadi kata kunci yang diulang dalam pernyataan tersebut. Setiap tahap, mulai dari perencanaan anggaran, pengadaan bahan pangan, hingga distribusi di ribuan titik layanan, harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

Peta Jalan Menuju 2045

Pernyataan Ketua MPR ini hadir di tengah evaluasi berkelanjutan pemerintah atas pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Sejumlah persoalan teknis seperti keterlambatan distribusi dan variasi menu masih menjadi catatan yang harus dibenahi.

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian makanan, tetapi terintegrasi dengan program kesehatan lainnya seperti pemantauan tumbuh kembang balita dan edukasi gizi bagi orang tua. Dengan begitu, dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa terukur dan berkelanjutan hingga 2045.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top