MAKASSAR — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulsel, Kasman, berharap program Land4Lives tidak berhenti pada penutupan kegiatan. Ia menginginkan pengembangan program serupa di sejumlah Daerah Aliran Sungai lain di Sulawesi Selatan.
Harapan itu disampaikan pada acara penutupan program Land4Lives di Makassar. Program tersebut telah berjalan sejak 2021 dan menyasar pengelolaan bentang lahan berkelanjutan.
DAS Bila Walanae Jadi Sorotan
Kasman menyoroti DAS Bila Walanae sebagai kawasan yang memerlukan perhatian serius. Persoalannya kompleks: tutupan lahan kritis, degradasi lingkungan, hingga permasalahan sosial kemasyarakatan.
"Semoga ini bukan yang terakhir. Mudah-mudahan masih ada kelanjutan ke depannya karena di Sulsel bukan hanya satu DAS, tetapi ada beberapa DAS yang bisa kita laksanakan program-program ke depannya," ujar Kasman.
Menurutnya, hasil program lima tahun ini diharapkan menjadi proyek percontohan. Keberhasilannya bisa direplikasi di DAS lain di Sulawesi Selatan maupun wilayah lain di Indonesia.
Bukan Hanya Dokumen, tapi Aksi
Kasman menegaskan output program tidak boleh berhenti di atas kertas. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan diminta menerjemahkannya menjadi aksi.
"Artinya bukan hanya dokumen yang menjadi output, tetapi ada action, baik itu program-program dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun seluruh stakeholder," tegasnya.
Ia menekankan pengelolaan DAS harus dilakukan secara terintegrasi. Kondisi kawasan hulu berdampak langsung ke wilayah hilir, termasuk pada ketahanan pangan, ketersediaan air, dan energi.
Karakter Geografis Sulsel Menuntut Strategi Berbeda
Sulsel memiliki karakter geografis beragam, terbentang dari pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir. Strategi pengelolaan lahan harus mempertimbangkan fungsi ekologis sekaligus kepentingan ekonomi warga setempat.
Kepala Kerjasama Pembangunan Kanada atau Global Affairs Canada, Alice Birnbaum, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dengan Pemerintah Sulawesi Selatan melalui Land4Lives. Menurutnya, salah satu capaian penting program ini adalah kuatnya kepemimpinan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menindaklanjuti hasil yang telah dicapai.
Alice menambahkan, prioritas utama bantuan pembangunan Kanada di Indonesia saat ini berfokus pada tiga hal: kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, ketahanan iklim, serta ketahanan pangan.