Pencarian

Posyandu Lumajang Catat 17 Balita Berat Badan Stagnan, Ini Langkah Lanjutan yang Perlu Orang Tua Tahu

Kamis, 13 Agustus 2026 • 10:01:01 WIB
Posyandu Lumajang Catat 17 Balita Berat Badan Stagnan, Ini Langkah Lanjutan yang Perlu Orang Tua Tahu
Sebanyak 17 dari 29 balita di Posyandu Gerbang Mas Pentris, Desa Purorejo, Lumajang, tercatat mengalami berat badan stagnan atau turun pada kegiatan Bulan Timbang, Senin (10/8/2026).

SULAWESI SELATAN — Kehadiran 100 persen balita di Posyandu Gerbang Mas Pentris, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi modal awal yang baik. Namun, di balik angka partisipasi tersebut, tim medis menemukan fakta yang perlu menjadi perhatian bersama: mayoritas balita yang hadir tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

Dari total 29 balita yang ditimbang pada kegiatan Bulan Timbang, Senin (10/8/2026), hanya sembilan anak yang mengalami kenaikan berat badan. Sisanya, 17 balita, tercatat memiliki berat badan tetap atau justru turun. Temuan ini langsung menjadi fokus evaluasi bagi kader posyandu dan tenaga kesehatan setempat.

Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik?

Ketua TP PKK Desa Purorejo, Erni Eka Puja Wati, menegaskan bahwa tingginya angka kehadiran tidak serta-merta menjamin kualitas pertumbuhan anak. Ia menyoroti perlunya investigasi lebih dalam terkait pola asuh dan asupan gizi harian di rumah.

"Kehadiran 100 persen adalah modal awal yang bagus. Namun, kita harus fokus mengapa 17 balita belum mengalami kenaikan berat badan. Mari kita gandeng kader untuk melakukan kunjungan rumah atau home visit guna memantau pola makan sehari-hari," ujar Erni dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Kunjungan rumah (home visit) menjadi langkah konkret yang akan dilakukan oleh kader Posyandu Gerbang Mas Pentris yang diketuai Ani Suyanti, bersama Bidan Desa Purorejo, Rofiqoh Fitri. Langkah ini bertujuan melihat langsung kondisi lingkungan, ketersediaan pangan, serta kebiasaan makan anak di rumah yang sering kali tidak terpantau saat kegiatan posyandu bulanan.

Bukan Hanya Balita, Ibu Hamil Juga Jadi Prioritas

Pemantauan di Posyandu Gerbang Mas Pentris tidak hanya menyasar anak-anak. Dari tiga ibu hamil yang hadir, petugas menemukan satu ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini berisiko terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan janin di kandungan.

Ibu hamil dengan KEK mendapatkan konseling gizi dan suplementasi tambahan sesuai kebutuhan. Penanganan dini pada ibu hamil menjadi krusial untuk mencegah risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) atau masalah tumbuh kembang di kemudian hari.

Selain penimbangan dan konseling gizi, posyandu juga memberikan Vitamin A dosis tinggi dan obat cacing untuk balita. Sementara itu, warga lanjut usia (lansia) yang hadir mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan pengobatan gratis.

Kapan Orang Tua Harus Waspada dengan Grafik KMS?

Kartu Menuju Sehat (KMS) yang dimiliki seluruh balita sasaran menjadi alat penting untuk memantau pertumbuhan. Data Bulan Timbang ini akan menjadi dasar bagi kader untuk menentukan balita mana yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.

Orang tua perlu waspada jika garis pertumbuhan di KMS menunjukkan tren mendatar atau menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Konsultasikan dengan bidan atau dokter anak jika berat badan si kecil tidak naik selama dua bulan berturut-turut, apalagi jika disertai nafsu makan yang menurun drastis.

Penting untuk diingat, kenaikan berat badan adalah indikator utama kecukupan gizi. Jika berat badan stagnan, bisa jadi asupan kalori dan protein harian anak belum terpenuhi. Variasi menu makanan dengan sumber protein hewani seperti telur, ikan, dan ayam sangat disarankan untuk mendukung pertumbuhan optimal.

Dengan pendampingan dari TP PKK, bidan desa, dan kader yang sigap, capaian kehadiran 100 persen di Posyandu Gerbang Mas Pentris diharapkan diikuti dengan peningkatan kualitas pertumbuhan balita. Partisipasi aktif orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak di rumah adalah kunci utama keberhasilan program ini.

Follow www.wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks